Menemukan hal indah yang sebelumnya belum pernah
terpikir. Keindahan di hati. Mekar, merekah menjadi taman bunga. Perasaan
kepada dirinya. Ingin ku rangkai kata cinta. Ku utarakan kepadanya. Namun bukan
itu sesungguhnya yang aku mau. Aku tak ingin apapun dari perasaan ini.
Merasakannya sudah cukup membuatku bahagia. Sudah cukup membuatku berharga.
Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberikanku kesempatan untuk merasakan hal
ini. Jatuh cinta. Jatuh yang begitu meresahkan. Membuat kita ragu akan segala
hal. Bukan karena engkau sayank, tapi karena perasaanmu, hatimu. Rasaku padamu
bukan karena dirimu. Tapi karena sesuatu yang bahkan diriku pun tak
mengerti.
Engkau berikanku pengertian tentang diriku. Tentang
sang mawar berduri yang begitu indah dan mengikat. Aku tak berharap engkau
menajdi pelabuhan akhirku. Karena jujur akupun ragu dengan diriku. Hal yang aku
yakini saat ini hanyalah perasaanku yang nyata kepadamu. Biarkan perasaan ini
tetap ada dan hadir di antara kita. Entah akan menjadi taman bunga yang indah
atau akan mengering dan gersang. Cukup kita yang tau tentang perasaan ini.
Rahasia indah antara kita. Kenangan yang membuat engkau kini berarti di hatiku
dan entah sampai kapan engkau akan terus bersemayam di hatiku. Mungkin hingga
sang waktu menyuruhku untuk pulang kepadaNya.
Semoga jika
aku sudah pulang engkau tetap baik di sini. Menjaga orang yang kelak akan
menyayangimu lebih dari rasa sayangku kepadamu. Yang akupun tak tau seberapa
besar rasa sayangku padamu. Yang aku tau perasaanku hanyalah sederhana
kepadamu. Namun ijinkan aku untuk tetap berada di hatimu selamanya. Cukuplah
kenang diriku sebagai orang yang pernah mengagumi dirimu semasa hidupnya.
By : Niar.
By : Niar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar